tabur april 2021

Pada Kamis tanggal 08 April 2021 pukul 16:20 WIB, Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Utara berhasil mengamankan Buronan Tindak Pidana Memalsukan Data Otentik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 KUHP atas nama Terpidana NORMAN alias AMENG di Sate Boegil Jalan Cempaka Putih Raya No.12 A Kec Cempaka Putih Jakarta Pusat yang merupakan buronan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

Identitas Terpidana yang diamankan, yaitu: 

Nama Lengkap         : NORMAN Alias AMENG

Tempat Lahir             : Singkawang

Umur/Tanggal Lahir : 36 Tahun/ 16 Juni 1981

Jenis Kelamin          : Laki-laki

Kewarganegaraan   : Indonesia

Tempat Tinggal        : Jl. Pancoran Raya No. 41 Rt. 009/02 Kel. Glodok

                                   Kec. Tamansari Jakarta Barat Atau Apartemen Royal

                                   Mediterania Garden Lavender BRTanjung Duren Jakarta Barat.

Agama                       : Budha

Pekerjaan                  : Wiraswasta

Pendidikan                : D-3

 

BahwaTerdakwa NORMAN Alias AMENG pada hari Senin tanggal 23 Februari 2015 sekitar Jam 15.00 Wib bertempat di Ruko Mahkota Ancol Blok A No. 22 Jl. RE. Martadinata Jakarta Utara telah memasukkan data Otentik berupa Minuta Akta dan Akta Nomor : 04 perihal Pernyataan Keputusan Rapat PT. Sunway Kreasi Bestindo bertanggal 11 Februari 2015 selanjutnya terdakwa meggunakan akta tersebut untuk memberitahukan kepada pimpinan Bank BCA Kantor Cabang Pembantu Rukan Mahkota Ancol Blok. E No. 1 Jakarta Utara, tentang perubahan susunan Direksi dan Komisaris PT. Sunway Kreasi Bestindo dan perubahan specimen tandatangan Rekening BCA Nomor rekening 529-503-8788 An. YUSRI (PT. Sunway Kreasi Bestindo) sesuai Surat Nomor : 002/SKB/II/2015 tanggal 16 Februari 2015 dan atas Permintaan rekening koran Bank BCA Nomor Rekening 529-503-8788 An. YUSRI (PT. Sunway Kreasi Bestindo), sesuai surat Nomor : 005/SKB/II/2015, tanggal 16 Februari 2015.#

 

Bahwa Sdr. YUSRI mengetahui mengenai perubahan yang terdapat pada Minuta Akta dan Akta Nomor : 04 perihal Pernyataan Keputusan Rapat PT. Sunway Kreasi Bestindo bertanggal 11 Februari 2015 tersebut dari Bank BCA karena akta tersebut dikirimkan oleh terdakwa NORMAN kepada Bank BCA Cabang Ruko Mahkota Ancol Blok E No. 1 Jakarta Utara untuk perubahan specimen tandatangan rekening Bank BCA nomor rekening 529-503-8788 An. YUSRI (PT. Sunway Kreasi Bestindo) sesuai surat Nomor : 002/SKB/II/2015 tanggal 16 Februari 2015 padahal rekening yang terdaftar di Bank BCA Cabang Ruko Mahkota Ancol tersebut adalah rekening milik Sdr. YUSRI pribadi bukan milik perusahaan, dengan adanya surat tersebut, kegiatan usaha Sdr. YUSRI yang berkaitan dengan perbankan mendapat reputasi yang buruk dan berdampak terhadap permohonan kredit yang Sdr. YUSRI ajukan ke Bank BCA sebanyak Rp. 5.000.000.000,- (lima miliyar rupiah) tidak sepenuhnya disetujui oleh pihak Bank BCA, dan atas kejadian tersebut Sdr. YUSRI melaporkan kepada Polres Metro Jakarta Utara untuk diproses lebih lanjut

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 931 K/Pid.B/2020 tanggal 23 September 2020, Terpidana NORMAN alias AMENG dijatuhi pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan.

Terpidana NORMAN alias AMENG diamankan di di Sate Boegil Jalan Cempaka Putih Raya No.12 A Kec Cempaka Putih Jakarta Pusat dan telah diserahkan ke RUTAN SALEMBA Jakarta Pusat dimana sebelumnya melarikan diri sejak tahun 2020 usai pihak Jaksa Eksekutor melakukan pemanggilan secara patut dan layak berdasarkan ketentuan, namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan untuk melaksanakan hukuman.

Bahwa pada pukul 20.00 WIB Terpidana Norman alias Ameng diserahkan dari Tim Eksekutor kepada Pihak Rutan Salemba

 

Jakarta, 08 April 2021

KEPALA KEJAKSAAN NEGERI JAKARTA UTARA

 

ttd

 

I MADE SUDARMAWAN, SH., MH

JAKSA UTAMA PRATAMA 

 

Keterangan Lebih lanjut dapat menghubungi

Mohamad Sofyan Iskandar Alam, SH. / Kasi Intelijen

Hp. 081245876977

Email: intelijenjakut@gmail.com

INSPEKSI KEJATI WEB

Pada hari Jumat Tanggal 26 Maret 2021 Kejaksaan Negeri Jakarta Utara mendapat kunjungan dari Tim Pengawasan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta  dalam rangka  melaksanakan Inspeksi Umum. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Bapak Agoes Soenanto Prasetyo, SH., MH. Tim Pengawasan Kejaksaan DKI Jakarta tiba di Kejaksaan Negeri Jakarta Utara pada pukul 08.00 Wib dan disambut langsung oleh Bapak I Made Sudarmawan, S.H,M.H. selaku Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara beserta Kasubagbin, para Kasi dan semua pegawai Kejaksaan Negeri Utara.

INSPEKSI KEJATI WEB

Pada hari Jumat Tanggal 26 Maret 2021 Kejaksaan Negeri Jakarta Utara mendapat kunjungan dari Tim Pengawasan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta  dalam rangka  melaksanakan Inspeksi Umum. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Bapak Agoes Soenanto Prasetyo, SH., MH. Tim Pengawasan Kejaksaan DKI Jakarta tiba di Kejaksaan Negeri Jakarta Utara pada pukul 08.00 Wib dan disambut langsung oleh Bapak I Made Sudarmawan, S.H,M.H. selaku Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara beserta Kasubagbin, para Kasi dan semua pegawai Kejaksaan Negeri Utara.

web bimtek intel

Pada hari ini kamis, 25 Maret 2021, pukul 13.30 Wib., telah dilaksanakan kegiatan simulasi bimbingan teknis dan transformasi dari admintel berbasis paper ke admintel berbasis elektronik, diruang Aula Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

Acara tersebut dibuka oleh Kasintel, Mohamad Sofyan Iskandar Alam, S.H. dan dilanjutkan dengan pengarahan dari Kasubdit PSDTI Derektorat E pada Jaksa Agung Muda Intelijen, Effendi, SH., MH.

Dalam pengarahannya, Effendi, SH., MH. menjelaskan bahwa dalam rangka meningkatkan keterpaduan dan efisiensi sistem pemerintahan diperlukan tata kelola dan manajemen sistem pemerintahan berbasis elektronik secara nasional khususnya dalam mengelola admintel sehingga terwujud tata kelola pemerintahan yang baik. Arti pentingnya admintel yang berbasis elektronik adalah untuk mempercepat penyampaian laporan intelijen kepada pimpinan. Selain kecepatan laporan yang diterima oleh pimpinan, admintel berbasis elektronik juga akan lebih memudahkan bagi pimpinan untuk melakukan monitoring dan evaluasi atas kinerja masing-masing bidang intelijen terhadap laporan peristiwa-peristiwa yang bernilai intelijen di wilayah hukumnya masing-masing.

Hadir dalam bimtek tersebut diantaranya, Kasi TPA, Affan Munawir Hidayat, SH., Kasi E, Lilik Setyawan, SH., MH., Kasubsi pada bid. intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dan para operator dari bidang di intelijen.

berita hoaks
PUSAT PENERANGAN HUKUM KEJAKSAAN AGUNG
Jl. Sultan Hasanuddin No. 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
SIARAN PERS
Nomor : PR – 246/81/K.3/Kph.3/03/2021
BERITA HOAKS ; PENGAKUAN SEORANG JAKSA YANG MENERIMA SUAP
KASUS SIDANG HABIB RIZIEQ SIHAB
Jakarta, Sabtu 20 Maret 2021, Kejaksaan Agung melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum menyampaikan penjelasan atau klarifikasi tentang beredarnya video di media social seperti facebook, Twitter, Instagram dan youtube dengan narasi “ terbongkar pengakuan seorang jaksa yang mengaku menerima suap kasus sidang habib risieq sihab, innalillah semakin hancur wajah hukum Indonesia ” yang mengkaitkan dengan penjelasan Yulianto, SH, MH, selaku Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi pada Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus kepada media pada tahun 2016;
Terkait beredarnya video tersebut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung menyatakan hal hal sebagai berikut :
1. Bahwa video penangkapan seorang oknum Jaksa oleh Tim Saber Pungli Kejaksaan Agung adalah peristiwa yang terjadi pada bulan November tahun 2016 yang lalu dan bukan merupakan pengakuan Jaksa yang menerima suap kasus sidang Habib Rizieq Sihab ;
2. Bahwa penangkapan oknum Jaksa AF di Jawa Timur tersebut terkait dengan pemberian suap dalam penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi Penjualan Tanah Kas Desa di Desa Kali Mok Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Jawa Timur ;
3. Bahwa pejabat yang menjelaskan penangkapan oknum Jaksa AF pada video tersebut, adalah Bapak Yulianto, SH. MH, yang saat ini sudah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT);
4. Bahwa video penangkapan oknum Jaksa AF tidak ada sama sekali kaitan dan hubungannya dengan proses sidang Muhammad Rizieq alias Habib Rizieq Sihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang saat ini sedang disidangkan;
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaaan Agung menegaskan bahwa informasi dalam video tersebut adalah tidak benar atau hoax. Kami juga meminta masyarakat untuk tidak menyebar-luaskan video tersebut serta tidak mudah percaya dan terprovokasi dengan berita bohong atau hoax sebagaimana video yang sedang beredar saat ini;
Kami juga meminta agar masyarakat tidak membuat berita atau video atau informasi yang tidak benar kebenarannya dan menyebar-luaskannya kepada masyarakat melalui jaringan media sosial yang ada karena perbuatan tersebut dapat dijerat dengan Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik khususnya pasal 45A ayat (1) yang berbunyi “ Setiap orang, yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan dipidana dengan pidana penjara 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah).” (K.3.3.1)
Jakarta, 20 Maret 2021
KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM
LEONARD EBEN EZER SIMANJUNTAK, SH. MH.

Page 1 of 27

POLLING

Tampilan website menurut anda ?

Baik95%
Cukup65%
Perlu Perbaikan25%

 

 

Media Sosial