Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dan Tim Pidana Khusus Kejari Samarinda Berhasil Menangkap Terpidana Abdul Jamal Balfas

 

IMG 20170521 WA0003 edit

Terpidana Berbaju kotak-kotak

 

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Toto Roesdianto bersama Tim dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Samarinda, Darwis Burhansyah, berhasil melakukan penangkapan terhadap terpidana, Abdul Jamal Balfas (DPO) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (21/5/2017).melakukan Penangkapan DPO di Kelapa Gading Jakarta Utara.

Setelah melakukan pengintaian selama satu hari, pada Minggu 21 Mei 2017  sekitar pukul 11.00 WIB bertempat di Janur Indah XII LB 14 No. 10 Perumahan Janur Indah, Kel. Kelapa Gading Timur, Kec. Kelapa Gading Jakarta Utara. Akhirnya tim berhasil melakukan penangkapan DPO Kejaksaan Negeri Samarinda an. Abdul Jamal Balfas (46 Tahun).

Terpidana adalah Direktur PT. Poros Timur Utama, dimana dalam hal ini JPU melaksanakan putusan No. 1990 K/Pid.Sus/2012  tgl 12 September 2013 bahwa terpidana Abdul Jamal Balfas terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Korupsi dan menghukum terpidana dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun penjara dan denda sebesar Rp. 400.000.000 (empat ratus juta rupiah) subsidair 6 (enam) bulan, serta uang pengganti sebesar Rp. 6,6 Miliar.

Pada pukul 11.15 wib terpidana tiba di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dan selanjutnya terpidana akan dibawa menuju Samarinda.Diketahui, pasca penangkapan pada pukul 13.00 WIB, terpidana Abdul Jamal Balfas diberangkatkan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, kemudian dibawa ke Kejaksaan Negeri Samarinda untuk diserahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Samarinda dengan pengawalan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Samarinda dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

Tim Intelijen Kejaksaan dan Seksi Pidana Umum Negeri Jakarta Utara Berhasil Menangkap Buronan Warga Negara Nigeria

 

Tim Intelijen dan Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Utara berhasil menangkap buronan berkewarganegaraan Nigeria bernama Januarius Kingsley Chilee Eze yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Jakarta Utara sejak 1 Oktober 2014. Penangkapan terhadap terdakwa Januarius Kingsley Chilee Eze adalah dalam rangka melaksanakan Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI Nomor :824 K/Pid.Sus/2015 tanggal 16 Januari 2016 karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja membujuk anak melakukan persetubuhan dan menghukum terdakwa Januarius Kingsley Chilee Eze selama 9 (Sembilan) tahun penjara dan denda sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) subsidair 6 (enam) bulan kurungan. Bahwa penangkapan terhadap yang bersangkutan dilakukan pada hari Selasa tanggal 16 Mei 2017 jam 11.30 WIB pada saat terdakwa sedang melakukan perpanjangan di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat di Kemayoran, dan selanjutnya terdakwa di bawa ke Lapas Kelas I Cipinang oleh tim Intelijen dan JPU Theodora Marpaung, SH, MH untuk dilakukan eksekusi.

nigeria

Putusan Perkara Basuki Tjahaja Purnama dan Pelakasanaan Penetapan Hakim di Rutan Cipinang

Pada hari Selasa tanggal 09 Mei 2017 pkl 09.00 Wib, telah berlangsung Sidang Ke- 21 (dua puluh satu) dengan agenda pembacaan putusan Hakim atas nama terdakwa Ir. BASUKI TJAHAJA PURNAMA alias AHOK dengan dakwaan Pertama Pasal 156 huruf a KUHP atau kedua Pasal 156 KUHP di ruang sidang Auditorium Kementerian Pertanian Pasar Minggu Jakarta Selatan. Majelis Hakim sebelum menyampaikan putusan mengatakan hal-hal yang meringankan dan memberatkan yang menjadi dasar putusannya. Kemudian terhadap terdakwa dijatuhkan putusan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dengan perintah terdakwa ditahan.

IMG 20170509 WA0013

Setelah putusan dibacakan, terdakwa dan penasehat hukum terdakwa menyatakan banding sedangkan Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir sesuai dengan ketentuan Undang-Undang yang berlaku.Akhirnya pembacaan putusan selesai dan sidangditutup pada pukul 11.00 Wib. Kemudian Jaksa Penuntut Umum langsung mengeksekusi terdakwa dengan membawa terdakwa ke Rutan Cipinang karena dalam putusan Hakim memerintahkan untuk menahan terdakwa.

Pasca putusan, massa pro Ahok yang mengetahui terdakwa dihukum dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun sangat kecewa terhadap putusan tersebut. Begitu pun massa kontra Ahok yang sebelumnya menuntut agar Ahok dipenjara selama 5 (lima) tahun, mendengar putusan hakim sebagian dari massa kontra Ahok berteriak gembira dan sujud syukur. Akan tetapi ada juga yang kecewa dengan putusan tersebut.

Tim Satuan Petugas Khusus Kejaksaan Agung dan Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Utara melaksanakan Eksekusi terpidana Hokiarto alias Hok

Pada hari Kamis 27 April 2017 sekitar pukul 11.00 wib bertempat di Jl. Bandengan Utara I /11 JJ,  Rt. 03,  RW. 11 Kel.Pekojan, Kec. Tambora,  Jakarta Barat  dilaksanakan Eksekusi terhadap terpidana perkara korupsi an Hokiarto alias Hok berdasarkan putusan Mahkamah Agung No. 181 K/Pidsus/2011 tanggal 15 Juni 2011 yang amarnya menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun dan denda Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan dan menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 32.500.000.000 (tiga puluh dua milyar lima ratus juta rupiah). Dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun.

IMG 20170502 WA0003 1

Tim Eksekusi bersama dengan Ketua RT 03 Endang Muhidin sampai di rumah terpidana Hok pada pukul 11. 05 wib. Kondisi rumah pada saat itu tertutup dengan dijaga oleh dua petugas keamanan. Kemudian terjadi perbincangan yang alot antara petugas keamanan dan tim eksekusi untuk membuka pintu dan bertemu terpidana. Akhirnya pada Pukul 12.30 Wib Tim Eksekusi bertemu dengan Terpidana. Oleh karena terpidana berusia 84 Tahun dan mengaku mempunyai banyak penyakit Tim bekerja sama dengan petugas Sudin Kesehatan Jakarta Utara melakukan pemeriksaan kesehatan yg dilakukan oleh Dr. Prayitno dan menyatakan terpidana dalam kondisi sehat dan layak untuk dibawa ke Rutan Cipinang. Kemudian pada Pukul 12.55 Wib putri terpidana yang bernama Hariyati datang dengan membawa medical record dan memohon agar terpidana dapat beristirahat sambil menunggu pengacara terpidana.

Pada Pukul 13.00 Wib pengacara terpidana yang bernama Dewi, SH tiba, lalu pada pukul 13.50 Wib terpidana dibawa dengan menggunakan mobil Toyota Navi Hitam Nopol 1566 PZM dengan dikawal oleh Tim dengan kendaraan Toyota Inova Silver, mobil Ambulan dan HRV Silver dengan didampingi oleh putri terpidana dan dua orang perawat pribadi menuju RS. Adhyaksa, Ceger, Jakarta Timur untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan secara intensif sebelum terpidana dikirim ke Rutan Cipinang untuk melaksanakan putusan pidana yang telah berkekuatan hukum tetap terhadap dirinya.

AHOK MENCARI KEADILAN DALAM SIDANG KE-20 AGENDA PLEDOI

IMG 20170502 WA0001 1

                 Pada hari Selasa tanggal 25 April 2017 pkl 09.00, telah berlangsung Sidang Ke- 20 (dua puluh) Perkara nomor Register Perkara : 1537/Pid.B/2016 atas nama terdakwa Ir. BASUKI TJAHAJA PURNAMA alias AHOK dengan dakwaan Pertama Pasal 156 huruf a KUHP atau kedua Pasal 156 KUHP di ruang sidang Auditorium Kementerian Pertanian Pasar Minggu Jakarta Selatan. Pada kesempatan pledoi ini Ahok membacakan sendiri pledoinya, yang berjudul “Saya Bukan Kafir”. Pada pokoknya Ahok beserta Kuasa Hukumnya menolak seluruh tuntutan Jaksa Penuntut Umum dan menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan terdakwa melakukan perbuatan sebagaimana dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum dan memohon agar Pengadilan Negeri Jakarta Utara membebaskan terdakwa dari segala dakwaan tersebut.

                 Setelah mendengarkan pledoi dari Terdakwa dan Tim Penasehat Hukum Terdakwa, maka Jaksa Penuntut Umum tetap pada surat tuntutannya dan tidak mengajukan tanggapan atas pledoi tersebut (Replik). Oleh karena Jaksa Penuntut Umum tidak mengajukan Replik maka Terdakwa dan Tim Penasehat Hukum Terdakwa tidak mengajukan Duplik. Kemudian sidang ditutup oleh Majelis Hakim dan menunda persidangan dengan agenda putusan yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 9 Mei 2017 jam 09.00 Wib.

  •  Start 
  •  Prev 
  •  Next 
  •  End 

Page 1 of 6